BISNIS BERBASIS KERAHMATAN
Dalam kehidupan manusia akan terjadi interaksi sosial, ekonomi, politik dan kebudayaan. Berkumpul dan bermualah dengan sesamanya sehingga membentuk komunitas masyarakat tertentu atas dasar tempat, terbentuk atas dasar profesinya dan bisa jadi atas dasar kepeminatan. Dan semua itu dalam ilmu sosial disebut komunitas.
Dalam diri manusia memiliki sifat permitif yang mengikuti nalurinya yaitu ingin tetap bertahan hidup dan memenuhi kesenangan, jika untuk memenuhi keinginan tersebut jiwa permitif adalah dengan cara menguasainya dengan cara mengambil dan merebut milik orang lainnya, yang muncul adalah sikap paling kuat, yang kuat secara fisik dan kekuasaan akan mendapatkan sesuatu yang diinginkannya, perilaku itu menjadi tidak pantes dan tidak baik jika itu terjadi di masyarakat yang memilki peradaban yang baik, bangunan peradaban adalah memiliki sistem dan tata nilai dalam hal pergaulan dan muamalah sesamanya.
Dan dengan diutusnya Kanjeng Nabi Muhammad untuk membangun peradaban yang rohmani, peradaban berlandasan pada kerahmatan untuk sesama manusia dan semesta, yang memiliki tatanan yang sempurna dalam segala hal termasuk dalam hal muamalah, ini tergambar dalam petunjuk Allah yang tersurat dalam Al-Quran dalam surat An-Nisaa ayat 29 sebagai berikut :
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَأْكُلُوٓا۟ أَمْوَٰلَكُم بَيْنَكُم بِٱلْبَـٰطِلِ إِلَّآ أَن تَكُونَ تِجَـٰرَةً عَن تَرَاضٍۢ مِّنكُمْ ۚ وَلَا تَقْتُلُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًۭا
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu”. (Q.S. An-Nisaa’ : 29)
Dalam ayat tersebut di atas adalah menunjukan membangun sistem niaga yang benar menggantikan sistem niaga yang permitif yang suka mengambil sesuatu milik orang dengan tidak benar dan tidak sah, tidak diperbolehkan dan dilarang untuk saling mengambil atau memakan harta sesamu dengan batil yang tidak dilandasi dengan suka sama suka, didalamnya terdapat unsur memaksa, merendahkan, menipu dan berjudi maka itu disebut memakan harta sesama dengan bathil.
Maka yang terbaik untuk memiliki sesuatu tersebut dengan cara perdagnagan dengan cara bisnis yang dilandasi atas suka sama suka, atau dengan cara memberikan kepuasaan antara kedua belah pihak, yang membutuhkan dan yang menginginkan barang tersebut.
Kemudian muncul terori konsep inti Pemasaran sebagai berikut :

Dimulai dari invidu-individu berinteraksi secara sosial maka membentuk setiap diri memunculkan kebutuhan, keinginan dan permintaan akan barang (Produk) untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya, produk tersebut harus memiliki nilai, kepuasan dan kualitas yang bisa didapatkan dengan tiga cara yaitu pertukaran, transaksi dan hubungan baik, dan semua itu terdapat di pasar, dan pasar tersebut itu adalah individu-individu yang menjadi konunitas dan masyarakat tertentu.
Dari konsep inti pemasaran terdapat 4 kata kunci yaitu, pertama yaitu manusia memilki kebutuhan dan keinginan, kedua Produk yang dibutuhkan dan dinginkan, ketiga yaitu cara mendapatkan produk tersebut dan keempat adalah pasar yang mengatur tata kelola perniagaan atau bisnis.
Dari ayat tersebut di atas makna yang sangat lengkap bagaimana kita berbinis atau berdagang, kalau boleh saya menyimpulkan terdapat ada 3 kata kunci, yaitu pertama tentang membangun kesadaran bisnis (tijaroh) sebagai solusi dalam hal mendatangkan keuntungan dan kebaikan.
Kedua yaitu membangun bisnis kumunitas dengan kata مِّنكُمْ (diantara kamu) dan mengkonsep bisnis berbasis komunitas sebagai solusi dalam berdagang dan berbisnis, dan bisnis komunitas itu harus dibangun dengan cara membangun kepercayaan dalam suart tersebut disebut dengan عَن تَرَاضٍۢ (saling meridhoi atau suka-sama suka) itu bisa dbangun dengan membangun kepercayaan dalam berbisnis.
Dan yang ketiga adalah membangun startegi bisnis yang lindasi sikap ramah, dan asal kata ramah itu diambil dari bahasa arab yaitu rahmah atau rahmat yaitu membangun sifat saling mnyeayangi atau sikap asling menguntungkan, yang kemudian dalam dalam ayat tersebut diatas dituliskan إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًۭا (sesungguhnya Allah selalu memberikan kasih sayang kepadamu), dan itu adalah kunci bisnis dan marketing tingkat tinggi, jika bisnis ini menguntungkan dan memberikan kebaikan bangunlah bisnis itu dibangun atas dasar sikap rohmaniyah yang kemudian dimaknai dalam paraktis adalah sikap yang ramah.
Wallahu a’lam bisowab