BERDZIKIR MEMBANGUN KECERDASAN

Dzikir merupakan sarana terbaik untuk mendekatkan diri kepada Maha Pencipta, Pengatur dan Pengasih. Ingat dan mengingat apa yang telah Allah berikan kepada makhluknya berupa nikmat, kemampuan mensyukuri itulah kunci keberkahan sebuah nikmat, karena dengan syukur nikmat tersebut Allah akan menambahkanya baik secara jumlahnya dan kulitasnya, tapi juga Allah mengingatkan akan sebaliknya bila ketidakmampuan atau enggan untuk bersyukur akan Allah azab yang pedih tidak terhingga, azab itu bukan akan didapatknya di akhirat nanti tapi juga akan diterimanya di kehidupan dunia ini.

Bagaimana berzikir itu membangun kecerdasan, proses membangun kecerdasan adalah mengilmui setiap aktivitas kehidupan, kehidupan itu memerlukan kecerdasan agar setiap apa yang kita lakukan menghasilkan yang terbanyak, terbaik dan memilki manfaat serta kebahagiaan, untuk itu kita mengkaji Q.S. Al-Ahzab ayat 41-43 agar mampu menyingkap dan memahami dari setiap Kalamullah tersebut.

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اذْكُرُوا اللهَ ذِكْرًا كَثِيرًا * وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا * هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلَائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا * الأحزاب: ٤١ – ٤٣

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman. (QS. Al-Ahzab : 41-43).

Dari ayat di atas menunjukan sebuah mekanisme dan bangunan berzikir atau algoritma dzikir dengan jelas dan terang benderang, bagaimana tata cara berdzikir hinggga bagaimana dzikir mampu membangun kecerdasan dalam menghadapi kehidupan ini.

Pertama : Bagaimana berzikir itu dilakukan itu tergambar pada ayat 41 yaitu “Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah kepada Allah يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اذْكُرُوا اللهَ ذِكْرًا كَثِيرًا , Berzikir itu bukan hanya mengingat, tapi juga mengucapkannya dengan menyembutkan nama Allah, tidak ada yang lebih indah selain menyebut nama Allah, menyembutkan, melafalkan dan mengingat nama Allah itu adalah tanda cinta, tanda kita butuh Allah, tandanya kita berharap banyak kepada Allah, tidak ada harapan yang baik selain berharap kepada Allah bukan kepada makhluk.

Kedua : Berzikir dengan cara bertasbih kepada Allah dengan sebanyak-banyaknya pada dua waktu yang sangat dianjurkan yaitu waktu pagi dan petang, mengenai posisi waktu dan durasi waktu berzikir itu pagi dan petang, kemudian kapan itu paginya dan juga kapan waktu petangnya,

Pagi disini adalah waktu terbit fajar hingga terbitnya matahari, dan itulah posisi waktu yang dianjurkan Allah SWT untuk memperbanyak dzikir, memperbanyak mengingat Allah dan memperbanyak tashbih kepada Allah Subhanahu wataala. Sedangkan petang itu adalah posisi waktu setalah sholat asar hingga tenggelamnya matahari. Allah begitu mengistimawakan waktu yang tepat untuk berzikir, bagaimana menurut sain atau ilmu pengetahuan tentang waktu tersebut kita bahasa dalam episode berikutnya. Yang pasti waktu itu adalah waktu yang tepat untuk berzikir dan bermohon kepada Allah.

Ketiga : Berdzikir pada waktu tersebut Allah akan memberikan rahmat kepada kita juga kepada para malaikat Allah, itu artinya kita berdzikir pada waktu itu kita berdzikir dengan para malaikatnya Allah, bersama malaikat berzdikir sesuatu yang sangat luar biasa dan yang terkeren adalah Allah akan mengucurkan rahmatNya kepada kita.

Rahmat itu diambil dari kata Rohama yarhamu artinya cinta dan kasih sayang, dalam Allah memberikan rahmatnya kepada semua makhluknya berupa nikmat dan karunia Allah, bisa jadi nikmat itu rizki yang berlimpah, bisa jadi diberikan keluarga yang bahagia dan sakinah, bisa jadi diberikan anak yang sholeh dan sholehah yang mampu menjadi kebahagiaan, bisa jadi memiliki sahabat yang selalu membantu, bisa jadi ilmu yang dapat menerangkan kehidupan didunia dan akhirat, artinya rahmat itu bukan hanya harta dan kekayaan, banyak sekali kerahmatan yang Allah berikan kepada manusia dalam segla bentuk kenikmatan.

Keempat : dan dengan berdzikir Allah Akan mengeluarkan diri dari sebuah kekegalapan menunu cahayaNya, dan ini menunjukan bahwa berdzikir akan menumbuhkan kecerdasan bagi mereka yang melakukannya, karena kegelapan itu simbol dari kebodohan dan ketidak berdayaan sedangkan cahaya merupakan pancaran ilmu dan hikmah.

Dalam hal ini kita harus mampu mengaktivasi kecerdasan tersebut, menghidupan kecerdasan dalam menjalankan kehidupan di dunia agar mampu kita mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat, karena cahaya itu adalah ilmu seperti yang diungkapn oleh Imam Syafei : “Aku pernah mengadukan kepada Waki’ tentang jeleknya hafalanku. Lalu beliau menunjukiku untuk meninggalkan maksiat. Beliau memberitahukan padaku bahwa  ilmu adalah cahaya dan cahaya Allah tidaklah mungkin diberikan pada ahli maksiat.” (I’anatuth Tholibin, 2: 190).
Ilmu dalah cahaya dan cahaya tersebut tidaklah menghampiri kepada hali maksiat, dan cahaya itu akan hadir pada mereka yang selalu beribadah dan berdzikir kepad Allah SWT.

Dalam diri manusia terdapat perangkat tertanam dalam raga manusia membimbing kehidupanya, karena raga manusia memilki kecerdasannya, dan algoritma kecerdasan itu disentralkan pada otak yang merupan perangkat keras dari sebuah kecerdasan, dan perangkat tersebut harulah terinstal software kecerdasan berupa akal dan hati.

Dan jika berzikir dengan hati akan memancarkan gelombang magnetik yang mampu meumbuhkan rasa pancaran kasih sayang kepada diri dan sekilingnya dan akan mendatangkan kerahmatan, dzikir itu bukan hanya menenangkan hati pedzikir tersebut tapi juga mampu membuat paparan gelombang ketenangan dan kebahagiaan bagi sekitarnya.

Dan jika mendzikiri sentra pikiran yaitu akal kita maka akan memancarkan gelombang eletrik, gelombang cahaya ilahi, dan pancaran kecerdasan, dan cahaya kecerdasan tersebut bukan hanya manyinari dirinya tapi juga mampu memncarkan kecerdasan bagi semesta, semesta akan merasa diterangi oleh pacaran dzikir kita, dan itu artinya jika kita berdzikir sama dengan kita bersedekah untuk sememesta.

Dan zikir hati dan akal dilakukan secara bersamaan maka muncul eltromagnetik yang dapat menggerakan keinginan dan kebutuhan yang diharapkan.

Kelima : dengan dzikir Allah akan menebarkan kasih sayangNya kepada kita, Kasih sayang Allah akan diberikan kepada para kekasihnya yang selalu basah mulut, hati dan raganya selalu menyembut-nyebut nama yang dicintainya, yaitu Allah yang Maha Pencinta.