TERJEBAK DALAM SITUASI SERBA SALAH
Dalam situasi serba salah pasti pernah mengalami, dari hal yang terkecil hingga hal-hal terbesar dalam perjalan hidup, sebuah contoh yang sering terjadi adalah ketika kita telah melakukan janji dengan seseorang untuk mengambil keputusan penting, pas hari yang telah ditetapkan satu diatara yang membuat janji membatalkan atau lupa akan janji itu, coba bagaimana rasanya ? enggak enak kan? Menyakitkan bukan, dan lain sebagainya menggambarkan situasi serba salah atau dilematis.
Kondisi yang paling rendahpun pernah kita merasa tersakiti, emosi dan bahkan ingin sekali meluapkan kemarahan kepada mereka yang dirasa telah mengambil hak kita, jatah dan bahkan harga diri yang dilecehkan. Atau kondisi serba salah bisa terjadi pada tubuh kita merasakan sakit yang sangat, mau berbaring sakit, mau tengkurep sakit mau duduk juga sama, ini juga kondisi serba salah atau dilematis. Apakah yang harus kita lakukan jika mengalami situasi seperti ini ?
Kita mulai dengan memperhatikan sabda Nabi Muhammad SAW sebgai berikut :
بًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ، فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ، صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan, kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya. Sebaliknya, apabila tertimpa kesusahan, dia pun bersabar, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya.” (HR Muslim dan Ahmad)
Dan Qur’an Surat Adzariyat ayat 49 sebgai berikut :
وَمِنْ كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ
“Segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu mengingat (kebesaran Allah)”
Kondisi dilematis atau serba salah itu bisa diatasi dengan cara jangan melakukan kesalahan dan jangan melakukan serba-serbi lagi atau macem-macem cukup tenang dan terima apa yang terjadi secara iklhas dan sabar, kondisi seperti ini seakan-akan Allah ingin menunjukan ada yang lebih baik yang ingin ditujukan untuk kita, ada yang lebih indah yang Allah akan berikan, ada yang lebih keren yang akan disajikan dengan situasi seperti ini.
Dan ini kisah nyata yang saya alami, kalaulah saya ikutin situasi yang tidak enak ini, atau serba salah itu dengan main perasaan mungkin akan marah besar, tapi dengan cara menerima, merasakan dan mensyukuri dengan situasi seperti ini, justru mendatangkan kebaikan yang luar biasa. Jadi ceritanya begini nih.
“Bagaimana nih, kalau kita membuka program baru, program kerja sama dengan kampus yang ada di Serang Banten ?” pinta sahabatku
“Maksudnya program apaan?” tanyaku
“Program kerja sama kita buka kelas Pembelajaran dengan cara cyber learing, karena banyak masyarakat ingin kuliah tapi jaraknya jauh dari kampus dan sulit sekali menginggalkan pekerjaanya”. Ujarnya
“Ok, nanti saya coba hubungi kawan-kawan yang masih aktif di kampus”. Jawabku
Singkat cerita, saya menghubungi beberapa kawan yang masih aktif dikampus, dan Alhamdulillah direspon dengan baik, dan melakukan janji bertemu, mempertemukan sahabatku itu dengan pihak kampus. Nah masalah itu muncul, karena pas hari yang ditentukan sahabatku itu tidak memberikan kabar, tidak bisa datang sepertinya, padahal itu kan yang diinginkan untuk bertemu dengan pihak kampus, dan benar-benar tidak bisa datang, ngeselin gak tuh ? (kamu nannya ?) he he.
Kalau saya ikutin perasaan ini, mungkin akan marah dan gondok banget, tapi ngapain juga mengikuti situasi seperti itu, bikin capek aja, saya lebih memilih sikap netral saja, ya sudah kalau gak bisa datang, ya sudah saya terima saja kondisi itu dengan santai, kalaupun saya harus menunggu dalam waktu yang lamapun saya terima, dengan adanya waktu menunggu itu justru saya bisa menulis tulisan ini, dan bahkan ada ide untuk menulis dengan tema apa yang saya rasakan yaitu “Terjebak Situasi Serba salah”.
Alhamdulillah benar saja, dengan menikmati kondisi itu mendatangkan kebaikan yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya, program kerjasama disambut baik dan diterima, dan bahkan saya ditawari lagi untuk mengajar di kampus tersebut, mengajar di kampus yang sudah saya tnggalkan hampir 8 tahunan, karena mengurusin yayasan Pondok Pesantren Ashabul Fikri, jujur kangen juga ngajar lagi di Perguruan tinggi itu.
Dari cerita diatas dapatlah dipahami bahwa kondisi tidak mengenakan yang kita rasakan, bisa menjadi sebuah kebaikan jika disikapi dengan benar, bisa menerima, bisa merasakn dan bisa mneyukuri setiap kejadian dengan kondisi netral atau dalam bahasa kiyai itu sabar, maka akan mendatangkan kebaikan yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya, sesuai dengan hadist Nabi di atas itu, seluruh apa yang menimpa seorang mukmin itu adalah kebaikan.
“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan, kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya. Sebaliknya, apabila tertimpa kesusahan, dia pun bersabar, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya.” (HR Muslim dan Ahmad)
Dan kita menyadari bahwa Allah menciptakan sesuatu itu berpasangan, atau memiliki dua dimensi keadaan, yang sangat berbeda dengan Allah yang memiliki ketunggalan yang mutlak, Allah itu Maha Besar dan tidaklah mungkin ada sisi yang lainnya Allah itu maha kecil, Allah itu Kasih sayang tidaklah mungin memiliki sifat sebaliknya, dan seterusnya. Oleh keran manusia itu memiliki dimensi berpasangan, ada sisi kebaikan maka sebelahnya ada sisi keburukan, ada keindahan dan sisi lainya kejelekan, ada kebahagiaan sisi lainnya itu kesedihan dan seterusnya, dalam kondisi yang serba salah atau dilematis itu merupaka pertempuran antara dua sisi itu, dan yang bisa kita lakukan adalah netralkan diri dan sabarkan diri, dengan prinsip terima, rasakan dan syukuri. (ns.olin)