SAKTI DENGAN ISTIQOMAH
Begitu banyak anugerah yang Allah berikan kepada manusia, dan anugerah itu ada yang Allah berikan secara langsung untuk semua orang, dan ada juga anugerah itu harus dilakukan dan dicapai dengan sebuah amal yang terus menerus yang menjadi kebiasaan dan runtintas tertentu.
Allah memberikan anugerah diberikan secara langsung kepada manusia bisa kita rasakan adalah anugerah udara, sebuah nikmat Allah yang Allah berikan kepada semua mahkhluk Allah yang hidup didunia ini, tapi terdapat anugerah yang spesial diberikan kepada mereka yang selalu melakukan amal tertentu secara terus menerus yang kemudian disebut dengan istiqomah, ini tertuang dari QS. Fussilat ayat 30, sebagai berikut :
اِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوْا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ اَلَّا تَخَافُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَبْشِرُوْا بِالْجَنَّةِ الَّتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ
Artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah,” kemudian tetap (dalam pendiriannya), akan turun malaikat-malaikat kepada mereka (seraya berkata), “Janganlah kamu takut dan bersedih hati serta bergembiralah dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.”
Minimal ada tiga keutamaan bagi orang yang istiqomah pertama dibersamai malaikat, mendapatkan perasaan tenang karena dihilangkan rasa takut dan sedih dan mendapatklan kenikmatan surga. Ini bisa dimaknai jika seseorang melakukan aktivitas tertentu kemudian dilakukan dengan serius dan berulang-ulang sehingga mendatangkan kecerdasan dan keahlian tertentu yang orang lain belum tentu bisa, karena aktivitas yang kita lakukan sudah dibersamai oleh malaikat, dalam bahasa sederhananya seseorang melakukan aktivitas dengan istiqomah akan diberikan kepadanya kekuatan dan keahlian dibidang tertentu.
Sebagai contoh tukang bengkel mobil yang sudah melakukan pekerjaannya bertahun-tahun dan melakukan perbengekelan yang serius dan terus-menerus akan mendapatkan anugerah dari Allah sebuah kesaktian dan keahlian dari aktivitasnya, dan ini merupakan contoh yang saya rasakan sendiri ketika mobil saya mengalami gangguan, kemudian mendatangi sebuah bengkel untuk diperbaiki.
“Coba pak nyalakan mesinnya “ Ujar seorang montir senior disitu
“matiin lagi pak” tidak lama mesin itu dinyalakan kemudian minta dimatikan lagi, kemudian saya bertanya kepada montir itu.
“apa yang rusak dari mobil ini” tanya saya
“ini Cuma ada selang dari mesin yang bocor” kata montir tersebut.
Luar biasa..! tanpa membuka kap mocil sudah tau kerusakannya dimana, dan tau bagaimana menyelesaikannya, ini adalah sebuah kesaktian yang luar biasa yang dimiliki montir itu.
Ini adalah satu contoh dari banyak contoh dari kehidupan kita sehari-hari, anugerah yang spesial akan diberikan kepada mereka yang istiqomah, dan anugerah itu dalam bentuk kecerdasan dan keahlian sebagai bekal hidup untuk semua manusia.
Minat dan bakat tidak akan muncul hanya karena mau saja, hanya ingin saja tapi dibutuhkan pelatihan dan pembiasaan terhadap satu aktivitas dan kegiatan yang dilakukan secara istiqomah, maka dibutuhkan sarana, tempat dan waktu yang dipersiapkan untuk mengasah kesaktian dan kemampuan kita itu.
Seorang penulis tidak akan bisa menjadi menulis tanpa proses panjang dari rangkaian aktivitas menulisnya, ditempa, dilatih dan diistoqomahin agar menucul kesaktian dan kemampuan menulisnya, dan begitu juga profesi yang lainnya. Kalau kata teman saya jam terbangnya sudah tinggi sehingga menjadi mahir dan ekspert, dan kalau dalam dunia persilatan kita menjadi sakti karenanya.
Dengan kehalian dan kesaktian tersebut hidup merasa tenang, tidak merasa takut dan sedih. Karena kita bisa gunakan keahlian itu mendatangkan pundi-pundi pendapatan, dan keahlian itu akan mendatangkan pundi-pundi kebahagiaan, dan pusat kebahagiaan adalah surga, karena surga itu adalah suatu tempat yang membahagiakan, sehingga kita hidup didunia sudah menemukan surganya. (Ns.Olin)